

Nama: Tn. Marsaid & Tn. Adjie E-mail: adj13_c4h_dj0gj4@yahoo.co.id & adji_aryanto@yahoo.com Nomer HP: 081328285684 / 081388554440 / 08176766930 / 087838102268 Alamat: Dusun Trengguno, Desa Sidorejo. Kec. Ponjong Kab. Gunungkidul RT.06/011 No. 45 Wonosari 55892, Yogyakarta Indonesia
Rumah masa kini umumnya memiliki lahan sempit. Taman mungil Anda harus terlihat menarik tapi tidak boleh berkesan penuh. Siasati dengan memilih tanaman dan elemen penghias yang tepat.Air Mancur MiniAir mancur mini diletakkan di taman bagian depan rumah, dikelilingi beragam tanaman air untuk kesatuan tema. Patung Batu Jika ingin meletakkan patung di tanah sempit, letakkan di ujung lorong menuju pintu masuk rumah. Sebagai pelengkap, percantik taman dengan tebaran batu-batu koral hitam dan gentong air.Taman TerasLetakkan furniture berbahan kayu, lengkap dengan bangku dan payung. Karena teras ini sempit, maka elemen penghias taman hanya berupa pot-pot besar yang diletakkan berderet di pinggir tembok.Lampu TamanPenerangan berperan penting untuk menciptakan mood taman Anda, terutama di malam hari. Pastikan desain lampu yang dipilih sesuai dengan desain taman keseluruhan.Relief di DindingJangan biarkan dinding taman hanya putih saja. Percantik dengan relief yang terbuat dari batu paras. Selaraskan motif ukiran dengan luas dan mood taman yang Anda inginkan. Elemen KolamBatu paras berwujud kura-kura yang berfungsi sebagai pancuran di kolam. PENTING!
Berbeda dengan bangunan-bangunan Istana Kepresidenan yang didirikan pada masa penjajahan Belanda, Istana Tampaksiring menonjolkan ciri keindonesiaan yang sangat kental. Tidak ada pilar-pilar besar yang menampilkan kesan agung dan kemewahan seperti Istana Kepresidenan Jakarta atau Istana Bogor. Rancang bangun Istana Tampaksiring juga sangat fungsional, menonjolkan kesederhanaan dan fungsinya sebagai wisma peristirahatan. Batu-batu alam dan batubata halus khas Bali sengaja ditonjolkan untuk menciptakan corak kedaerahan. Ukiran batu paras dan tiang-tiang kayu gaya Bali terasa padu dalam konsep arsitekturnya, bukan sebagai elemen tambahan yang ditempelkan.Konstruksi beton digunakan untuk menerjemahkan rancang-bangun yang menuntut bentangan-bentangan lebar. Semua bahan kayu jati serta bahan-bahan bangunan lainnya, kecuali pasir dan batubata, didatangkan dari Jawa. Adapun elemen artistiknya, ukiran kayu dan batu, dikerjakan oleh para seniman Bali. Paduan warna oranye muda, versi lembut dari warna natural batubata, dan abu-abu yang dipilih juga merupakan elemen kesamaan yang seakan tidak lekang dimakan zaman.Salah satu ciri arsitektur dari bangunan-bangunan Istana karya R.M. Soedarsono ini adalah penggunaan pipa-pipa sebagai susuran di beberapa teras. Sekilas tampak seperti susuran kapal, namun sebetulnya pipa-pipa itu juga berfungsi sebagai saluran air. Pembangunan Istana Tampaksiring juga mempertimbangkan kondisi sosial lingkungan sekitar. Sebelum bangunan didirikan, dibuatlah sebuah pusat kesehatan masyarakat dan pos polisi di Desa Manukaya. Unit pembangkit listrik yang dibangun khusus untuk Istana pun ikut dinikmati masyarakat sekitar.Wisma Merdeka dan Wisma Negara merupakan dua bangunan di kompleks Istana Tampaksiring yang paling banyak menampilkan ciri arsitektur Bali. Beberapa bagian kedua wisma itu memakai dinding teterawangan, yaitu tembok dengan ukiran timbul dan berlubang khas Bali. Juga banyak dijumpai elemen arsitektur dari ukiran kayu yang dicat dengan nuansa warna biru dan emas. Sedangkan atapnya terbuat dari sirip dengan pasangan biasa seperti pada perumahan kota. Wisma Merdeka memiliki pintu ukir khas Bali. Berdinding pigura hias bunga kayu khas Bali sepanjang dinding, dengan dominasi warna kuning emas yang megah. Sementara semua patung dan lukisan Bali di Wisma Negara adalah patung dan lukisan yang terpilih.Balai Wantilan atau pendapa yang difungsikan sebagai tempat untuk pergelaran kesenian, sepenuhnya dibangun mengikuti arsitektur tradisional Bali. Bangunan ini beratap ilalang dan tiang-tiangnya dari batang kelapa. Sesuai perkembangan zaman dan pertimbangan keamanan, tiang-tiang dari batang kelapa ini kemudian diganti dengan tiang beton yang mirip dengan bentuk batang kelapa. Di bagian depan balai ini tampak panggung pertunjukan seni yang berlatarkan pintu gapura Candi Bentar. Di kiri dan kanan depan panggung terdapat patung burung garuda dan di bagian belakang ruangan berdiri patung kayu yang melukiskan raksasa Kumbakarna yang dikerubuti kera. Semuanya itu dipahat dari satu pokok kayu. Dinding bagian belakangnya dihiasi relief batu paras, yang menggambarkan kisah Ramayana.Renovasi interior yang dilakukan pada tahun 2003 telah meningkatkan kenyamanan Istana Tampaksiring sesuai dengan gaya hidup modern tanpa meninggalkan konsep desain aslinya. Semua kamar mandi di Wisma Merdeka dan Wisma Negara, misalnya, diubah agar sesuai dengan standar kamar mandi hotel berbintang lima. (osa)